Artikel Terbaru

SEMPAT VIRAL, Gadis 13 Tahun di Kampar Melahirkan Anak, 8 Faktanya Terungkap

Mengerikan, Gadis 13 Tahun di Kampar Melahirkan Anak, 8 Faktanya Terungkap

4. Panggil bayi yang dilahirkan dengan sebutan Adik
Ketua P2TP2A Kampar, Hafiz Tohar Rabu (7/3/2018) siang mengungkapkan sempat kaget ketika mendengar HM memanggil bayinya.
"Mana adik? Adik saya itu," kata Hafiz mengulang ucapan HM memanggil bayinya.
Ia tidak tahu maksud sebutan "adik" untuk sang bayi.

5. Diberi nama "Pelangi"
MH menyematkan nama Pelangi untuk sang putri.
"Namanya Pelangi," kata MH, Kamis (8/3/2018).
Nama itu pun sudah diberitahu kepada ibunya. "Mama sudah bilang," ucapnya.

Tak ada makna dari pemikirannya tentang nama itu. Menurut dia,  Pelangi diusulkan oleh Bidan Siska di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung.
"Bu bidan yang bilang, Pelangi aja namanya," katanya.
MH sempat memanggil bayinya dengan "adik".

Ini mengejutkan. MH mengaku malu memanggil bayinya dengan anak. 
"Malu panggil nak. Jadi nanti panggil Pelangi aja," ujarnya.
MH sangat menyayangi bayinya. Ia pun bertekad membesarkan Pelangi.

6. Kronologi rudapaksa

MH mengaku dirudapaksa pada suatu siang beberapa bulan lalu.
Seorang pria tiba-tiba masuk ke rumahnya. Ia tidak ingat lagi hari dan tanggal kejadian itu.

"Sudah lama. Nggak ingat lagi," katanya saat ditemui di Kantor Pusat Pelayananan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kampar, Kamis (8/3/2018).
Seingat dia, pelaku masuk dari pintu depan rumah. Saat itu, MH sedang berada di kamar mandi.

Siang itu, ia sedang sendiri. Ayah tiri dan ibunya pergi ke pasar. Adiknya ikut dibawa.

Pelaku langsung mencarinya sampai ke kamar mandi. Lalu memaksanya masuk ke dalam kamar. Di kamar itulah ia dirudapaksa. Pelaku kemudian mengancam MH setelah melakukan aksinya.

7. Diancam pelaku

Pelaku kemudian mengancam MH setelah melakukan aksinya.
"Jangan bilang sama bapak mamamu! Kubunuh kau kalau kau bilang," ujar MH mengulang ancaman pelaku. Setelah itu, pelaku pun pergi begitu saja.

Sejak itu, pelaku tidak pernah datang lagi. "Hanya sekali itu aja," katanya.
Ancaman pelaku membuatnya takut. Ia memilih tidak memberitahu kejadian yang dialaminya kepada orangtuanya.

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel